Selasa, 10 November 2015

TERNYATA HEWAN YANG PALING MEMATIKAN ADALAH UBUR-UBUR!

Hewan ini memilik racun paling mematikan didunia . Hidup diperairan sekitar Asia dan Australia. Dikenal memiliki warna putih .Tetapi, bila malam dia berwarna biru tua karena tubuhnya yang transparan . Racunnya dikenal sebagai nematocysts ,racunnya ini dapat menyerang sistem saraf, jantung, dan sel-sel di kulit. Parahnya lagi sengatan hewan ini sangat meyakitkan sehingga bisa terkena shock, serangan jantung,dan bahkan kematian. Penasaran ?


Hewan itu adalah Ubur-ubur box jelyfish . Dibalik tubuhnya yang indah terdapat racun yang mematikan. Dikabarkan sejak tahun 1954 sebanyak 5.567 orang tercatat tewas tersengat tentakelnya. Angkanya kemungkinan lebih dari itu. Jika anda bertemu hewan yang satu ini anda sebaiknya berhati-hati karna mereka yang terkena bisa dari sengatan ubur-ubur ini bisa mengakibatkan kematian 30 detik setelah bersentuhan.
Ubur-ubur kotak atau secara ilmiah disebut Chironex fleckeri banyak ditemukan di perairan dangkal di pinggir pantai di Utara Australia dan Indo-Pasifik.Ubur-ubur kotak biasanya makan udang, dan ketika berada di pantai sering menarik perhatian manusia. Hewan ini memiliki strategi pasif untuk berburu, mereka hanya menunggu mangsa melewati tentakelnya.
Tentakelnya dipersenjatai dengan 5.000 nematocysts (sel penyengat) yang berfungsi sebagai racun yang mematikan. Banyak kasus kematian meski si korban hanya kontak dengan jarak 3-4 meter saja.Makanya
tidak mengherankan kasus Rachael yang selamat dari ubur-ubur kotak menjadi perhatian besar.
Gambar disamping adalah korban dari ubur-ubur box jelyfish ini. Jika anda terkena sengatan ubur-ubur ini. Pertolongan pertama yang harus anda lakukan adalah menaburi luka dengan cuka. Menurut penelitian, cuka mengandung asam asetat yang mampu melumpuhkan racun dari ubur-ubur box jelyfish ini (nematocysts) sel penyengat yang belum masuk ke pembulu darah.
Penggunaan cuka tidak dimaksudkan untuk mengurangi rasa nyeri atau mengurangi efek racun, hanya untuk menonaktifkan nematocysts.
Dalam kasus pernapasan atau kegagalan kardiovaskuler, pernapasan buatan atau pijat jantung mungkin dibutuhkan.
Bila antivenom (produk biologi yang digunakan dalam pengobatan gigitan atau sengatan berbisa) tidak tersedia, tekanan imobilisasi pada anggota badan setelah inaktivasi nematocysts dapat dilakukan ketika perjalana pasien dibawa ke rumah sakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar